Sistem Pembelajaran
Rabu, 28 September 2011 12:09

Sistem pembelajaran dalam pendidikan akademik dengan memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:

1. Keaktifan peserta didik

Proses pembelajaran diarahkan pada upaya untuk mengaktifkan peserta didik, bukan dalam arti fisik melainkan dalam keseluruhan perilaku belajar. Keaktifan ini dapat diwujudkan antara lain melalui pemberian kesempatan menyatakan gagasan, mencari informasi dari berbagai sumber dan melaksanakan tugas-tugas yang merupakan aplikasi dari konsep-konsep yang telah dipelajari.

2. Higher order thinking

Pengembangan sistim pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher order thinking), meliputi berfikir kritis, kreatif, logis, reflektif, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

3. Dampak pengiring

Di samping diarahkan pada pencapaian dampak instruksional (instructional effects), proses pembelajaran diharapkan mengakomodasi upaya pencapaian dampak pengiring (nurturant effects). Upaya ini akan membantu pengembangan sikap dan kepribadian peserta didik sebagai calon guru. Sebagai contoh, pembelajaran IPA secara tidak langsung akan menanamkan sikap ilmiah kepada peserta didik, penerapan strategi pembelejaran melalui diskusi, secara tidak langsung akan membentuk kemampuan komunikasi, menghargai pendapat orang lain, mendengarkan pendapat orang, dsb.

4. Pemanfaatan Teknologi Informasi

Keterampilan memanfaatkan multi media dan teknologi informasi perlu dikembangkan dalam semua perkuliahan, baik untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan maupun sebagai media pembelajaran.

5. Pembelajaran Kontekstual

Dalam melaksanakan pembelajaran, konsep-konsep diperoleh melalui pengalaman dan kenyataan yang ada di lingkungan sehari-hari. Pengenalan lapangan dalam bidang pembelajaran dilakukan sejak awal, tidak hanya menjelang akhir program, melalui kunjungan ke sekolah pada waktu-waktu tertentu, hingga pelaksanan Program Pengalaman Lapangan. Kegiatan dirancang dan dilaksanakan sebagai tugas perkuliahan.

6. Penggunaan strategi dan model pembelajaran yang inovatif dan bervariasi dalam mengaktifkan peserta didik.

7. Belajar dengan berbuat.

Prinsip learning by doing tidak hanya diperlukan dalam pembentukan keterampilan, melainkan juga pada pembentukan pengetahuan dan sikap. Dengan prinsip ini, pengetahuan dan sikap terbentuk melalui pengalaman dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang ditugaskan termasuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di lapangan. Proses pembelajaran dalam Program PPG lebih menekankan kepada partisipasi aktif mahasiswa melalui model pembelajaran workshop atau lokakarya dengan bimbingan atau asuhan dosen dan guru pamong.

Selanjutnya sistem pembelajaran dalam Program Pendidikan Profesi Guru adalah sebagai berikut:

1. Workshop Subject Specific Pedagogy (SSP)

Proses pembelajaran dalam program PPG lebih menekankan pada partisipasi aktif mahasiswa melalui model pembelajaran workshop atau lokakarya yang difasilitasi oleh dosen pembimbing (DP) dan guru pamong (GP).

Workshop SSP adalah pembelajaran dalam program PPG berbentuk lokakarya yang bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa program PPG agar mampu mengemas materi bidang studi untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik (subject specific pedagogy), sehingga mahasiswa dinyatakan siap untuk melaksanakan PPL, yang ditandai dengan kesiapan: 1) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 2) bahan ajar, 3) media pembelajaran, dan 4) pendukung pembelajaran lainnya, serta 5) kemampuan menampilkan kinerja guru profesional.

Pada program PPG dalam jabatan tidak dilakukan matrikulasi seperti halnya pada program PPG pra jabatan, tetapi diberikan pemantapan kompetensi akademik kependidikan dan kompetensi akademik bidang studi yang dilaksanakan terintegrasi dalam workshop SSP.

Tahapan dalam workshop SSP program PPG disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5: Tahapan Workshop SSP

Tahapan workshop SSP pada Gambar 5 dijelaskan sebagai berikut.

a. Pleno 1

Workshop SSP diawali dengan pleno, diikuti oleh seluruh peserta PPG, dibuka dan diarahkan oleh Pimpinan Fakultas dan difasilitasi oleh dosen pembimbing dan guru pamong. Pleno 1 bertujuan untuk: a) membekali peserta PPG tentang hakikat, tujuan, dan ruang lingkup program PPG, b) sistem pembelajaran dalam PPG, c) PPL, d) sistem evaluasi. Tahapan pleno 1 sebagai berikut.

b. Diskusi Kelompok

DP dan GP memfasilitasi peserta workshop untuk menelaah kurikulum, sistem pembelajaran, dan evaluasi sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan peserta didik, agar peserta workshop dapat menemukan tema dan materi pembelajaran yang akan dikembangkan menjadi perangkat pembelajaran. Kegiatan diskusi kelompok dilakukan sebagai berikut.

1) Sinkronisasi standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD), memilih pendekatan, strategi dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Jika dalam diskusi kelompok teridentifikasi peserta kurang dan atau mengalami kekeliruan konseptual materi, maka DP dan GP segera melakukan pendalaman dan/atau pelurusan konseptual.

2) Memilih dan menetapkan tema dan/atau materi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran untuk pengembangan perangkat pembelajaran.

c. Kerja Kelompok/Mandiri

Dalam tahap kerja kelompok/mandiri peserta secara berkelompok dan/atau mandiri menyusun:

1) Silabus;

2) RPP;

3) Bahan ajar;

4) Media pembelajaran;

5) Instrumen evaluasi;

6) Alat bantu pembelajaran lainnya.

d. Pleno 2

Hasil dari kerja kelompok dan/ atau mandiri selanjutnya dibawa ke dalam pleno 2 yang bertujuan untuk:

1) Memaparkan hasil kerja kelompok dan/atau mandiri;

2) Mendapatkan masukan dari DP, GP, dan teman sejawat.

e. Revisi

Peseta PPG diberikan kesempatan untuk merevisi, berdasarkan masukan dari DP, GP, dan teman sejawat.

f. Microteaching dan/atau peerteaching

Peserta PPG diberi kesempatan untuk mengujicobakan RPP dalam bentuk microteaching dan/atau peerteaching sekaligus untuk memantapkan kemampuan komunikasi dalam pembelajaran.

g. Refleksi dan Revisi

Selesai melaksanakan ujicoba, peserta PPG melakukan refleksi dan revisi.

1) Refleksi dilakukan dalam bentuk jurnal belajar untuk menjawab apa yang dipelajari dan dirasakan, kelebihan kekurangan, dan apa rencana tindak lanjutnya.

2) Berdasarkan refleksi diri selanjutnya diberikan masukan dari DP, GP, dan teman sejawat.

3) Berdasar hasil refleksi dan masukan dari DP, GP, dan teman sejawat, peserta PPG melakukan revisi terhadap perangkat pembelajaran.

h. Persetujuan RPP

Jika RPP dan kelengkapannya dinyatakan benar dan layak digunakan untuk PPL, maka DP dan GP menyetujui RPP.

2. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

a. Tujuan

Tujuan umum penyelenggaraan PPL adalah agar peserta PPG menjadi pendidik profesional yang memiliki seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional secara utuh.

Tujuan di atas dijabarkan sebagai berikut.

1) Melakukan pemantapan kemampuan profesional guru.

2) Mendemonstrasikan kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil pembelajaran.

3) Melakukan perbaikan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

4) Mendalami karakteristik peserta didik dalam rangka meningkatkan motivasi belajar.

5) Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran di kelas dan mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut secara individu maupun kelompok.

6) Menerapkan pembelajaran inovatif yang bertolak dari suatu permasalahan pembelajaran.

7) Melakukan penilaian pembelajaran peserta didik dengan menggunakan instrumen yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking).

8) Menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik.

9) Melakukan penelitian tindakan kelas sebagai salah satu upaya mengembangkan profesionalitas guru.

10) Melakukan remedial teaching bagi peserta didik yang membutuhkan.

11) Mendalami kegiatan non-mengajar meliputi: manajemen pendidikan sekolah, kultur sekolah, kegiatan ekstra kurikuler, layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik.

b. Sistem, Prosedur dan Kegiatan PPL

1) Sistem

PPL menerapkan pendekatan supervisi klinis dan tindakan reflektif dengan prinsip berkelanjutan, terstruktur, dan relevan dengan perangkat pembelajaran. Supervisi Klinis adalah suatu bentuk bimbingan profesional yang diberikan kepada peserta PPG sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan profesionalitas sebagai guru.

Pelaksanaan supervisi klinis dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: (1) hubungan kolegial dan interaktif yang sinergis dan terbuka; (2) pertemuan untuk musyawarah secara demokratis; (3) sasaran supervisi adalah kebutuhan dan aspirasi peserta; (4) pengkajian balikan berdasarkan data observasi untuk memantapkan rencana kegiatan selanjutnya; dan (5) mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab peserta.

Penempatan peserta PPL di sekolah mitra dikoordinasikan oleh Pelaksana program PPG dan unit pelaksana PPL LPTK penyelenggara.

2) Prosedur dan Kegiatan

Prosedur dan kegiatan PPL dapat dilakukan dengan salah satu dari dua alternatif pola, yaitu: non-blok dan blok. Prosedur dan kegiatan PPL kedua pola tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

a) PPL Pola Non-blok

PPL pola non-blok dilaksanakan dengan langkah kegiatan sebagai berikut.

(1) Observasi dan orientasi di sekolah mitra selama 1 minggu.

(2) Workshop RPP 1.

(3) Praktik mengajar RPP 1 di sekolah.

(4) Refleksi praktik mengajar RPP 1.

(5) Workshop RPP untuk praktik mengajar berikutnya sampai selesai.

(6) Ujian PPL dilaksanakan dengan rentang waktu selama 1 minggu pada akhir kegiatan, termasuk 1 kali kesempatan ujian ulang jika tidak lulus.

Untuk memberikan pengalaman melaksanakan PTK, salah satu RPP dirancang sebagai PTK. Rancangan PTK berupa proposal yang selanjutnya akan dilaksanakan bersama guru. Hasil pelaksanaan PTK adalah laporan PTK.

Diagram alur pelaksanaan workshop SSP dan PPL pola non-blok disajikan pada Gambar 6.

Gambar 6 : Diagram Alur Pelaksanaan Workshop SSP dan PPL Pola Non-blok

b) PPL Pola Blok

Prosedur dan kegiatan PPL dalam pola blok dilaksanakan selama satu semester, yaitu pada semester kedua tahun akademik PPG. Di semester pertama peserta PPG menyelesaikan workshop SSP yang menghasilkan perangkat pembelajaran untuk semua jenjang satuan pendidikan (SMP, SMA, SMK, dan PLB). Pada semester kedua PPG, peserta PPG mengimplementasikan perangkat pembelajaran sesuai dengan kalender akademik sekolah mitra.

PPL pola blok dilaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut.

(1) Persiapan PPL melalui observasi dan orientasi di sekolah mitra.

(2) Praktik mengajar terbimbing.

(3) Praktik mengajar mandiri.

(4) Ujian praktik mengajar.

Untuk memberikan pengalaman melaksanakan PTK, salah satu RPP dirancang sebagai PTK. Rancangan PTK berupa proposal yang selanjutnya akan dilaksanakan bersama guru. Hasil pelaksanaan PTK adalah laporan PTK.

Diagram alur pelaksanaan workshop SSP dan PPL dengan pola blok dapat disajikan pada Gambar 7.

Gambar 7: Diagram Alur Pelaksanaan Workshop SSP dan PPL Pola Blok

 

Untuk peserta PPG dengan beban belajar 18 – 20 SKS (guru PAUD, SD, dan PLB jenjang PAUD dan SD), pelaksanaan Workshop dan PPL disarankan menggunakan pola Blok.

c. Pelaksanaan PPL

1) Tempat Kegiatan

a) PPL dilaksanakan di sekolah mitra.

b) Kriteria sekolah mitra.

(1) Sekolah mitra sebagai lokasi PPL PPG sekurang-kurangnya memiliki peringkat akreditasi B.

(2) Terikat dalam nota kesepahaman antara Diknas Kabupaten/Kota dengan LPTK penyelenggara PPG yang masih berlaku. Pola kemitraan bersifat kolaboratif.

2) Tahapan Pelaksanaan

a) Persiapan PPL

Persiapan PPL meliputi kegiatan sebagai berikut:

(1) penetapan peserta PPL;

(2) pendataan dan pemetaan sekolah;

(3) penetapan DP;

(4) koordinasi dengan sekolah mitra untuk menetapkan GP dan jadwal pelaksanaan PPL;

(5) pembekalan DP dan GP; dan

(6) pembekalan peserta PPL.

b) Pelaksanaan PPL

(1) Penyerahan peserta PPL oleh pihak LPTK penyelenggara ke sekolah mitra.

(2) Pelaksanaan PPL di sekolah mitra.

(3) Penarikan peserta PPL.

c) Penilaian PPL

Proses penilaian, komponen penilaian, dan kriteria kelulusan kegiatan PPL sebagai berikut.

(1) Penilaian dilakukan selama PPL, yang terdiri atas penilaian proses dan penilaian akhir. Secara umum, komponen penilaian terdiri atas kemampuan mengemas perangkat pembelajaran, praktik-mengajar, kemampuan melakukan tindakan reflektif, dan kemampuan aspek personal dan sosial.

(2) Penilaian dilakukan oleh GP dan DP yang meliputi: (a) praktik mengajar, (b) kegiatan nonmengajar, (c) kompetensi sosial dan kepribadian, (d) portofolio, (e) laporan PPL, dan (f) laporan PTK. Seluruh aspek penilaian menggunakan instrumen penilaian disertai deskriptornya.

(3) Kriteria kelulusan PPL minimal B.

d. Kegiatan Peserta selama PPL

1) Observasi dan Orientasi Lapangan

Beberapa kegiatan yang dilakukan peserta PPG pada tahap observasi dan orientasi lapangan sebagai berikut.

a) Mempersiapkan diri dengan berbagai instrumen yang diperlukan untuk pelaksanaan observasi dan orientasi lapangan.

b) Berkonsultasi dengan kepala sekolah mitra untuk menentukan sasaran observasi, dan menyusun jadwal kegiatan harian.

c) Mengumpulkan dan menganalisis data yang diperlukan dengan: melihat situasi dan kondisi sekolah, seperti kondisi guru, fasilitas sekolah, prosedur penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah; mewawancarai kepala sekolah, staf TU, guru bidang studi, guru BK, wali kelas, dan petugas perpustakaan sekolah; mengamati aktivitas peserta didik di dalam dan di luar kelas; serta aktivitas guru di dalam dan di luar kelas.

d) Menyusun laporan kegiatan harian disertai dengan bukti-bukti yang relevan.

e) Mendiskusikan laporan dengan GP dan DP untuk mendapatkan pengarahan dan balikan yang diperlukan.

f) Membuat laporan tentang proses dan hasil kegiatan obeservasi dan orientasi lapangan yang disertai pembahasan untuk menemukan implikasi bagi pengembangan rencana pengemasan pembelajaran yang mendidik.

2) Praktik mengajar

Peserta PPG melakukan kegiatan praktik mengajar meliputi praktik mengajar terbimbing dan praktik mengajar mandiri. Praktik mengajar mandiri diamati oleh DP, GP, dan mengikutsertakan teman sejawat (open lesson). Praktik mengajar dilaksanakan sekurang-kurangnya 24 kali pada jenjang kelas yang berbeda, masing-masing jenjang kelas minimal 5 kali.

3) Pengembangan kompetensi kepribadian dan sosial

Peserta PPG menampilkan kompetensi kepribadian, dan sosial, seperti: kerja sama, etos kerja, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, sopan santun, dan sebagainya, selama pelaksanaan PPL.

4) Melaksanakan kegiatan non-mengajar

Selama PPL peserta PPG melaksanakan kegiatan non mengajar, seperti: manajemen pendidikan sekolah, mengikuti rapat guru, piket sekolah, berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler (seperti pramuka, kesenian, olah raga), penanganan kesulitan belajar peserta didik, dan sebagainya.

5) Membuat Laporan PPL

Laporan PPL memuat seluruh kegiatan PPL meliputi kegiatan praktik mengajar (observasi dan orientasi lapangan, praktik mengajar) dan kegiatan nonmengajar (penanganan kesulitan belajar peserta didik, kegiatan ekstra kurikuler, dan manajemen sekolah).

6) Menyusun Laporan PTK

Laporan PTK memuat rumusan masalah dan tujuan, ketepatan metode yang digunakan, hasil perubahan pada peserta didik, guru dan sistem pembelajaran, pembahasan atau refleksi, kesimpulan dan rekomendasi penelitian.

7) Mengumpulkan portofolio

Peserta PPG mengumpulkan perangkat RPP yang telah disempurnakan beserta seluruh perangkat lainnya sebagai portofolio.

Sistem pembelajaran dalam pendidikan akademik dengan memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:

1. Keaktifan peserta didik

Proses pembelajaran diarahkan pada upaya untuk mengaktifkan peserta didik, bukan dalam arti fisik melainkan dalam keseluruhan perilaku belajar. Keaktifan ini dapat diwujudkan antara lain melalui pemberian kesempatan menyatakan gagasan, mencari informasi dari berbagai sumber dan melaksanakan tugas-tugas yang merupakan aplikasi dari konsep-konsep yang telah dipelajari.

2. Higher order thinking

Pengembangan sistim pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher order thinking), meliputi berfikir kritis, kreatif, logis, reflektif, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

3. Dampak pengiring

Di samping diarahkan pada pencapaian dampak instruksional (instructional effects), proses pembelajaran diharapkan mengakomodasi upaya pencapaian dampak pengiring (nurturant effects). Upaya ini akan membantu pengembangan sikap dan kepribadian peserta didik sebagai calon guru. Sebagai contoh, pembelajaran IPA secara tidak langsung akan menanamkan sikap ilmiah kepada peserta didik, penerapan strategi pembelejaran melalui diskusi, secara tidak langsung akan membentuk kemampuan komunikasi, menghargai pendapat orang lain, mendengarkan pendapat orang, dsb.

4. Pemanfaatan Teknologi Informasi

Keterampilan memanfaatkan multi media dan teknologi informasi perlu dikembangkan dalam semua perkuliahan, baik untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan maupun sebagai media pembelajaran.

5. Pembelajaran Kontekstual

Dalam melaksanakan pembelajaran, konsep-konsep diperoleh melalui pengalaman dan kenyataan yang ada di lingkungan sehari-hari. Pengenalan lapangan dalam bidang pembelajaran dilakukan sejak awal, tidak hanya menjelang akhir program, melalui kunjungan ke sekolah pada waktu-waktu tertentu, hingga pelaksanan Program Pengalaman Lapangan. Kegiatan dirancang dan dilaksanakan sebagai tugas perkuliahan.

6. Penggunaan strategi dan model pembelajaran yang inovatif dan bervariasi dalam mengaktifkan peserta didik.

7. Belajar dengan berbuat.

Prinsip learning by doing tidak hanya diperlukan dalam pembentukan keterampilan, melainkan juga pada pembentukan pengetahuan dan sikap. Dengan prinsip ini, pengetahuan dan sikap terbentuk melalui pengalaman dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang ditugaskan termasuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di lapangan. Proses pembelajaran dalam Program PPG lebih menekankan kepada partisipasi aktif mahasiswa melalui model pembelajaran workshop atau lokakarya dengan bimbingan atau asuhan dosen dan guru pamong.

Selanjutnya sistem pembelajaran dalam Program Pendidikan Profesi Guru adalah sebagai berikut:

1. Workshop Subject Specific Pedagogy (SSP)

Proses pembelajaran dalam program PPG lebih menekankan pada partisipasi aktif mahasiswa melalui model pembelajaran workshop atau lokakarya yang difasilitasi oleh dosen pembimbing (DP) dan guru pamong (GP).

Workshop SSP adalah pembelajaran dalam program PPG berbentuk lokakarya yang bertujuan untuk menyiapkan mahasiswa program PPG agar mampu mengemas materi bidang studi untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik (subject specific pedagogy), sehingga mahasiswa dinyatakan siap untuk melaksanakan PPL, yang ditandai dengan kesiapan: 1) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 2) bahan ajar, 3) media pembelajaran, dan 4) pendukung pembelajaran lainnya, serta 5) kemampuan menampilkan kinerja guru profesional.

Pada program PPG dalam jabatan tidak dilakukan matrikulasi seperti halnya pada program PPG pra jabatan, tetapi diberikan pemantapan kompetensi akademik kependidikan dan kompetensi akademik bidang studi yang dilaksanakan terintegrasi dalam workshop SSP.

Tahapan dalam workshop SSP program PPG disajikan pada Gambar 5.

Gambar 5: Tahapan Workshop SSP

Tahapan workshop SSP pada Gambar 5 dijelaskan sebagai berikut.

a. Pleno 1

Workshop SSP diawali dengan pleno, diikuti oleh seluruh peserta PPG, dibuka dan diarahkan oleh Pimpinan Fakultas dan difasilitasi oleh dosen pembimbing dan guru pamong. Pleno 1 bertujuan untuk: a) membekali peserta PPG tentang hakikat, tujuan, dan ruang lingkup program PPG, b) sistem pembelajaran dalam PPG, c) PPL, d) sistem evaluasi. Tahapan pleno 1 sebagai berikut.

b. Diskusi Kelompok

DP dan GP memfasilitasi peserta workshop untuk menelaah kurikulum, sistem pembelajaran, dan evaluasi sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan peserta didik, agar peserta workshop dapat menemukan tema dan materi pembelajaran yang akan dikembangkan menjadi perangkat pembelajaran. Kegiatan diskusi kelompok dilakukan sebagai berikut.

1) Sinkronisasi standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD), memilih pendekatan, strategi dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Jika dalam diskusi kelompok teridentifikasi peserta kurang dan atau mengalami kekeliruan konseptual materi, maka DP dan GP segera melakukan pendalaman dan/atau pelurusan konseptual.

2) Memilih dan menetapkan tema dan/atau materi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran untuk pengembangan perangkat pembelajaran.

c. Kerja Kelompok/Mandiri

Dalam tahap kerja kelompok/mandiri peserta secara berkelompok dan/atau mandiri menyusun:

1) Silabus;

2) RPP;

3) Bahan ajar;

4) Media pembelajaran;

5) Instrumen evaluasi;

6) Alat bantu pembelajaran lainnya.

d. Pleno 2

Hasil dari kerja kelompok dan/ atau mandiri selanjutnya dibawa ke dalam pleno 2 yang bertujuan untuk:

1) Memaparkan hasil kerja kelompok dan/atau mandiri;

2) Mendapatkan masukan dari DP, GP, dan teman sejawat.

e. Revisi

Peseta PPG diberikan kesempatan untuk merevisi, berdasarkan masukan dari DP, GP, dan teman sejawat.

f. Microteaching dan/atau peerteaching

Peserta PPG diberi kesempatan untuk mengujicobakan RPP dalam bentuk microteaching dan/atau peerteaching sekaligus untuk memantapkan kemampuan komunikasi dalam pembelajaran.

g. Refleksi dan Revisi

Selesai melaksanakan ujicoba, peserta PPG melakukan refleksi dan revisi.

1) Refleksi dilakukan dalam bentuk jurnal belajar untuk menjawab apa yang dipelajari dan dirasakan, kelebihan kekurangan, dan apa rencana tindak lanjutnya.

2) Berdasarkan refleksi diri selanjutnya diberikan masukan dari DP, GP, dan teman sejawat.

3) Berdasar hasil refleksi dan masukan dari DP, GP, dan teman sejawat, peserta PPG melakukan revisi terhadap perangkat pembelajaran.

h. Persetujuan RPP

Jika RPP dan kelengkapannya dinyatakan benar dan layak digunakan untuk PPL, maka DP dan GP menyetujui RPP.

2. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)

a. Tujuan

Tujuan umum penyelenggaraan PPL adalah agar peserta PPG menjadi pendidik profesional yang memiliki seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional secara utuh.

Tujuan di atas dijabarkan sebagai berikut.

1) Melakukan pemantapan kemampuan profesional guru.

2) Mendemonstrasikan kompetensi dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil pembelajaran.

3) Melakukan perbaikan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

4) Mendalami karakteristik peserta didik dalam rangka meningkatkan motivasi belajar.

5) Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran di kelas dan mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut secara individu maupun kelompok.

6) Menerapkan pembelajaran inovatif yang bertolak dari suatu permasalahan pembelajaran.

7) Melakukan penilaian pembelajaran peserta didik dengan menggunakan instrumen yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking).

8) Menindaklanjuti hasil penilaian dengan melakukan pembimbingan dan pelatihan peserta didik.

9) Melakukan penelitian tindakan kelas sebagai salah satu upaya mengembangkan profesionalitas guru.

10) Melakukan remedial teaching bagi peserta didik yang membutuhkan.

11) Mendalami kegiatan non-mengajar meliputi: manajemen pendidikan sekolah, kultur sekolah, kegiatan ekstra kurikuler, layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik.

b. Sistem, Prosedur dan Kegiatan PPL

1) Sistem

PPL menerapkan pendekatan supervisi klinis dan tindakan reflektif dengan prinsip berkelanjutan, terstruktur, dan relevan dengan perangkat pembelajaran. Supervisi Klinis adalah suatu bentuk bimbingan profesional yang diberikan kepada peserta PPG sesuai dengan kebutuhannya untuk meningkatkan profesionalitas sebagai guru.

Pelaksanaan supervisi klinis dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: (1) hubungan kolegial dan interaktif yang sinergis dan terbuka; (2) pertemuan untuk musyawarah secara demokratis; (3) sasaran supervisi adalah kebutuhan dan aspirasi peserta; (4) pengkajian balikan berdasarkan data observasi untuk memantapkan rencana kegiatan selanjutnya; dan (5) mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab peserta.

Penempatan peserta PPL di sekolah mitra dikoordinasikan oleh Pelaksana program PPG dan unit pelaksana PPL LPTK penyelenggara.

2) Prosedur dan Kegiatan

Prosedur dan kegiatan PPL dapat dilakukan dengan salah satu dari dua alternatif pola, yaitu: non-blok dan blok. Prosedur dan kegiatan PPL kedua pola tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

a) PPL Pola Non-blok

PPL pola non-blok dilaksanakan dengan langkah kegiatan sebagai berikut.

(1) Observasi dan orientasi di sekolah mitra selama 1 minggu.

(2) Workshop RPP 1.

(3) Praktik mengajar RPP 1 di sekolah.

(4) Refleksi praktik mengajar RPP 1.

(5) Workshop RPP untuk praktik mengajar berikutnya sampai selesai.

(6) Ujian PPL dilaksanakan dengan rentang waktu selama 1 minggu pada akhir kegiatan, termasuk 1 kali kesempatan ujian ulang jika tidak lulus.

Untuk memberikan pengalaman melaksanakan PTK, salah satu RPP dirancang sebagai PTK. Rancangan PTK berupa proposal yang selanjutnya akan dilaksanakan bersama guru. Hasil pelaksanaan PTK adalah laporan PTK.

Diagram alur pelaksanaan workshop SSP dan PPL pola non-blok disajikan pada Gambar 6.

Gambar 6 : Diagram Alur Pelaksanaan Workshop SSP dan PPL Pola Non-blok

b) PPL Pola Blok

Prosedur dan kegiatan PPL dalam pola blok dilaksanakan selama satu semester, yaitu pada semester kedua tahun akademik PPG. Di semester pertama peserta PPG menyelesaikan workshop SSP yang menghasilkan perangkat pembelajaran untuk semua jenjang satuan pendidikan (SMP, SMA, SMK, dan PLB). Pada semester kedua PPG, peserta PPG mengimplementasikan perangkat pembelajaran sesuai dengan kalender akademik sekolah mitra.

PPL pola blok dilaksanakan dengan kegiatan sebagai berikut.

(1) Persiapan PPL melalui observasi dan orientasi di sekolah mitra.

(2) Praktik mengajar terbimbing.

(3) Praktik mengajar mandiri.

(4) Ujian praktik mengajar.

Untuk memberikan pengalaman melaksanakan PTK, salah satu RPP dirancang sebagai PTK. Rancangan PTK berupa proposal yang selanjutnya akan dilaksanakan bersama guru. Hasil pelaksanaan PTK adalah laporan PTK.

Diagram alur pelaksanaan workshop SSP dan PPL dengan pola blok dapat disajikan pada Gambar 7.



Gambar 7: Diagram Alur Pelaksanaan Workshop SSP dan PPL Pola Blok


Untuk peserta PPG dengan beban belajar 18 – 20 SKS (guru PAUD, SD, dan PLB jenjang PAUD dan SD), pelaksanaan Workshop dan PPL disarankan menggunakan pola Blok.

c. Pelaksanaan PPL

1) Tempat Kegiatan

a) PPL dilaksanakan di sekolah mitra.

b) Kriteria sekolah mitra.

(1) Sekolah mitra sebagai lokasi PPL PPG sekurang-kurangnya memiliki peringkat akreditasi B.

(2) Terikat dalam nota kesepahaman antara Diknas Kabupaten/Kota dengan LPTK penyelenggara PPG yang masih berlaku. Pola kemitraan bersifat kolaboratif.

2) Tahapan Pelaksanaan

a) Persiapan PPL

Persiapan PPL meliputi kegiatan sebagai berikut:

(1) penetapan peserta PPL;

(2) pendataan dan pemetaan sekolah;

(3) penetapan DP;

(4) koordinasi dengan sekolah mitra untuk menetapkan GP dan jadwal pelaksanaan PPL;

(5) pembekalan DP dan GP; dan

(6) pembekalan peserta PPL.

b) Pelaksanaan PPL

(1) Penyerahan peserta PPL oleh pihak LPTK penyelenggara ke sekolah mitra.

(2) Pelaksanaan PPL di sekolah mitra.

(3) Penarikan peserta PPL.

c) Penilaian PPL

Proses penilaian, komponen penilaian, dan kriteria kelulusan kegiatan PPL sebagai berikut.

(1) Penilaian dilakukan selama PPL, yang terdiri atas penilaian proses dan penilaian akhir. Secara umum, komponen penilaian terdiri atas kemampuan mengemas perangkat pembelajaran, praktik-mengajar, kemampuan melakukan tindakan reflektif, dan kemampuan aspek personal dan sosial.

(2) Penilaian dilakukan oleh GP dan DP yang meliputi: (a) praktik mengajar, (b) kegiatan nonmengajar, (c) kompetensi sosial dan kepribadian, (d) portofolio, (e) laporan PPL, dan (f) laporan PTK. Seluruh aspek penilaian menggunakan instrumen penilaian disertai deskriptornya.

(3) Kriteria kelulusan PPL minimal B.

d. Kegiatan Peserta selama PPL

1) Observasi dan Orientasi Lapangan

Beberapa kegiatan yang dilakukan peserta PPG pada tahap observasi dan orientasi lapangan sebagai berikut.

a) Mempersiapkan diri dengan berbagai instrumen yang diperlukan untuk pelaksanaan observasi dan orientasi lapangan.

b) Berkonsultasi dengan kepala sekolah mitra untuk menentukan sasaran observasi, dan menyusun jadwal kegiatan harian.

c) Mengumpulkan dan menganalisis data yang diperlukan dengan: melihat situasi dan kondisi sekolah, seperti kondisi guru, fasilitas sekolah, prosedur penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah; mewawancarai kepala sekolah, staf TU, guru bidang studi, guru BK, wali kelas, dan petugas perpustakaan sekolah; mengamati aktivitas peserta didik di dalam dan di luar kelas; serta aktivitas guru di dalam dan di luar kelas.

d) Menyusun laporan kegiatan harian disertai dengan bukti-bukti yang relevan.

e) Mendiskusikan laporan dengan GP dan DP untuk mendapatkan pengarahan dan balikan yang diperlukan.

f) Membuat laporan tentang proses dan hasil kegiatan obeservasi dan orientasi lapangan yang disertai pembahasan untuk menemukan implikasi bagi pengembangan rencana pengemasan pembelajaran yang mendidik.

2) Praktik mengajar

Peserta PPG melakukan kegiatan praktik mengajar meliputi praktik mengajar terbimbing dan praktik mengajar mandiri. Praktik mengajar mandiri diamati oleh DP, GP, dan mengikutsertakan teman sejawat (open lesson). Praktik mengajar dilaksanakan sekurang-kurangnya 24 kali pada jenjang kelas yang berbeda, masing-masing jenjang kelas minimal 5 kali.

3) Pengembangan kompetensi kepribadian dan sosial

Peserta PPG menampilkan kompetensi kepribadian, dan sosial, seperti: kerja sama, etos kerja, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, sopan santun, dan sebagainya, selama pelaksanaan PPL.

4) Melaksanakan kegiatan non-mengajar

Selama PPL peserta PPG melaksanakan kegiatan non mengajar, seperti: manajemen pendidikan sekolah, mengikuti rapat guru, piket sekolah, berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler (seperti pramuka, kesenian, olah raga), penanganan kesulitan belajar peserta didik, dan sebagainya.

5) Membuat Laporan PPL

Laporan PPL memuat seluruh kegiatan PPL meliputi kegiatan praktik mengajar (observasi dan orientasi lapangan, praktik mengajar) dan kegiatan nonmengajar (penanganan kesulitan belajar peserta didik, kegiatan ekstra kurikuler, dan manajemen sekolah).

6) Menyusun Laporan PTK

Laporan PTK memuat rumusan masalah dan tujuan, ketepatan metode yang digunakan, hasil perubahan pada peserta didik, guru dan sistem pembelajaran, pembahasan atau refleksi, kesimpulan dan rekomendasi penelitian.

7) Mengumpulkan portofolio

Peserta PPG mengumpulkan perangkat RPP yang telah disempurnakan beserta seluruh perangkat lainnya sebagai portofolio.

 

LOGIN



Link

Universitas Negeri Makassar
www.unm.ac.id
Direktorat Ketenagaan
dikti.kemdiknas.go.id
Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia
ksg.dikti.go.id/majubersama/
Sertifikasi Guru
sertifikasiguru.org