Struktur Kurikulum
Rabu, 28 September 2011 11:52

osok utuh kompetensi guru profesional mencakup: pertama kemampuan mengenal secara mendalam peserta didik yang dilayani, kedua penguasaan bidang studi secara keilmuan dan kependidikan, yaitu kemampuan mengemas materi pembelajaran kependidikan, ketiga kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik meliputi: a) perancangan pembelajaran, b) pelaksanaan pembelajaran, c) penilaian proses dan hasil pembelajaran, d) pemanfaatan hasil penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran sebagai pemicu perbaikan secara berkelanjutan, dan keempat pengembangan profesionalitas berkelanjutan.

Keempat kompetensi tersebut dapat ditinjau dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang merupakan kesatuan utuh tetapi memiliki dua dimensi tak terpisahkan yaitu dimensi akademik (kompetensi akademik) dan dimensi profesional (kompetensi profesional). Kompetensi akademik lebih banyak berkenaan dengan pengetahuan konseptual, teknis/prosedural, faktual, dan sikap positif terhadap profesi guru yang terbagi dalam kompetensi akademik kependidikan dan kompetensi akademik bidang studi, sedangkan kompetensi profesional berkenaan dengan penerapan pengetahuan dan tindakan pengembangan diri secara profesional.  Sesuai dengan sifatnya, kompetensi akademik diperoleh melalui pendidikan akademik tingkat program sarjana, sedangkan kompetensi profesional diperoleh melalui pendidikan profesi.

UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Bab IV pasal  8 disebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya pasal  9  menyebutkan bahwa kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat, dan pada pasal 10  ayat (1) disebutkan bahwa kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Program pendidikan profesi dilakukan setelah program pendidikan akademik (S1). Program S1 diperoleh melalui pendidikan tinggi dengan beban studi: 144 SKS – 160 SKS (Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa); sedangkan program profesi guru diperoleh dengan beban studi: 18 SKS – 20 SKS untuk Guru TK, SD, TKLB, dan SDLB yang berasal dari S1 yang linier, dan 36 SKS – 40 SKS untuk Guru Mapel yang berasal dari S1 yang linier (Kepmendiknas No 8 tahun 2009).

Seperti telah dipaparkan pada Bab I, untuk menjawab permasalahan di beberapa wilayah 3 T (tertinggal, terdepan, dan terluar) terkait dengan permasalahan disparitas dan tidak meratanya distribusi penugasan guru, maka diperlukan suatu model penyiapan tenaga pendidik dengan kewenangan ganda. Model  ini selanjutnya akan dikembangkan dalam bentuk Rintisan Program PGPT antara Pendidikan Akademik (S1) dan Pendidikan Profesi Guru, yang dikembangkan dengan elemen-elemen kompetensi sebagai berikut.

  1. Elemen kompetensi akademik kependidikan
  2. Elemen kompetensi akademik bidang studi utama
  3. Elemen kompetensi akademik bidang studi kewenangan tambahan
    1. Elemen pra-kondisi calon guru profesional melalui magang
    2. Elemen kompetensi pendidikan profesi
    3. Elemen pengembangan karakter melalui pendidikan akademik dan profesional serta kehidupan di asrama

Selanjutnya dari elemen-elemen tersebut dapat dikembangkan model kurikulum sebagai berikut.

1. Model Kurikulum Rintisan Program PPGT Guru SD.

BERASRAMA

S1

Th 1

Smt 1

Smt 2

M1

Th 2

Smt 3

M2

Smt 4

M3

Th 3

Smt 5

M4

Smt 6

M5

Th 4

Smt 7

KKN Pendidikan, Penelitian, Skripsi, dan

Smt 8

Ujian Akhir

Workshop SSP

PPG

Th 5

Smt 9

PPL

Kompetensi akademik kependidikan

Kompetensi akademik bidang studi utama

Kompetensi akademik bidang studi kewenangan tambahan

KKN Pendidikan, Penelitian, Skripsi, dan Ujian Akhir

Magang/internship

PPG

Gambar 3. Model Kurikulum Rintisan Program PPGT Guru SD

Model Kurikulum Rintisan Program PPGT Guru SD dan berasrama ini dilaksanakan selama 9 (sembilan) semester dengan beban belajar pendidikan akademik sekurang-kurangnya 144 SKS dengan sebaran untuk kewenangan utama 124 SKS (meliputi beban belajar untuk kompetensi akademik kependidikan, kompetensi akademik bidang studi utama, dan pengembangan kompetensi kepribadian dan sosial, serta prakondisi PPG melalui magang) dan kewenangan ganda 20 SKS (kompetensi akademik bidang studi tambahan), serta beban belajar untuk Program PPG 18 – 20 SKS.

Program ini akan menghasilkan calon guru dengan kewenangan utama sebagai guru kelas dan kewenangan tambahan sebagai guru SMP pada salah satu dari lima (5) mata pelajaran pokok di SD (Bahasa Indonesia, PKn, Matematika, IPA, IPS).

Untuk menyiapkan guru profesional, dalam pendidikan akademik (S1) disertai dengan prakondisi dalam bentuk magang/internship yang dilaksanakan pada setiap semester pendek, serta Kuliah Kerja Nyata Pendidikan, diakhiri penelitian pendidikan, penyusunan skripsi dan ujian akhir. Dengan menyelesaikan elemen kompetensi akademik kependidikan yang ditandai dengan ujian akhir dan yudicium, mahasiswa langsung mengikuti program PPG.

2. Model Kurikulum Rintisan Program PPGT Guru SMK

BERASRAMA

S1

Th 1

Smt 1

Smt 2

M1

Th 2

Smt 3

M2

Smt 4

M3

Th 3

Smt 5

M4

Smt 6

M5

Th 4

Smt 7

M6

Smt 8

KKN Pendidikan, Penelitian, Skripsi, dan Ujian Akhir

PPG

Th 5

Smt 9

Workshop SSP

Smt 10

PPL

Kompetensi akademik kependidikan

Kompetensi akademik bidang studi utama

Kompetensi akademik bidang studi kewenangan tambahan

KKN Pendidikan, Penelitian, Skripsi, dan Ujian Akhir

Magang/internship

PPG

Gambar 4. Model Kurikulum Rintisan Program PPGT Guru SMK

Model Kurikulum Rintisan Program PPGT Guru SMK dan berasrama ini dilaksanakan selama 10 (sepuluh) semester dengan beban belajar pendidikan akademik sekurang-kurangnya 144 SKS dengan sebaran untuk kewenangan utama 120 SKS (meliputi beban belajar untuk kompetensi akademik kependidikan, kompetensi akademik bidang studi utama, dan pengembangan kompetensi kepribadian dan sosial, serta pra kondisi PPG melalui magang/internship) dan kewenangan ganda 20 – 30 SKS (kompetensi akademik bidang studi tambahan), serta beban belajar untuk Program PPG 36 – 40 SKS.

Program ini akan menghasilkan calon guru dengan kewenangan utama sebagai guru pada salah satu mata pelajaran produktif dan kewenangan tambahan sebagai guru pada salah satu mata pelajaran adaptif dikhususkan pada mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI), dan mata pelajaran Kewirausahaan.

Kedua model kurikulum tersebut walaupun digambarkan seperti itu, namun dalam implementasinya antara elemen kompetensi akademik kependidikan dan akademik bidang studi dapat dilaksanakan seiring, sesuai dengan otonomi akademik LPTK.

Untuk menyiapkan guru profesional, dalam pendidikan akademik (S1) disertai dengan prakondisi dalam bentuk magang/internship yang dilaksanakan pada setiap semester pendek, serta Kuliah Kerja Nyata Pendidikan, diakhiri penelitian pendidikan, penyusunan skripsi dan ujian akhir. Dengan menyelesaikan elemen kompetensi akademik kependidikan yang ditandai dengan ujian akhir dan yudicium, mahasiswa langsung mengikuti program PPG.

Kedua model tersebut dalam implementasinya diperkuat dengan prakondisi program pendidikan guru profesional melalui magang. Sistem magang dapat dilaksanakan dengan prinsip:

  1. Magang adalah bagian penting dan merupakan prakondisi dari sistem penyiapan guru profesional.
  2. Magang tidak sama dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL).
  3. Magang dilaksanakan secara terstruktur dan merupakan beban belajar tersendiri yang dilaksanakan secara blok sesudah ujian akhir semester perkuliahan tatap muka, dengan beban belajar tiap-tiap semester sekurang-kurangnya 1 SKS.
  4. Magang dilaksanakan secara gradual/berjenjang untuk mengimplementasikan hasil belajar pada tiap-tiap semester.
  5. Magang dibimbing oleh dosen pembimbing yang relevan dan memenuhi syarat bersama dengan guru pamong.
  6. Diperlukan kerjasama yang kuat dengan sekolah mitra yang memenuhi syarat.
  7. Diperlukan manajemen pemagangan yang sistematis, seperti penjadwalan, penempatan, proses pemagangan, dan penilaian.
  8. Diperlukan dukungan dana agar sekolah mitra “tidak direpotkan”.
  9. Diperlukan sistem pembimbingan yang baik, terstruktur dan sistematis

Adapun magang calon guru SD dapat dirancang bertahap/berjenjang yang masing-masing tahap memiliki tujuan yang berbeda, sebagai berikut:

1. Magang 1 bertujuan membangun landasan jatidiri pendidik melalui:

a. Pengamatan langsung kultur sekolah.

b. Pengamatan untuk membangun kompetensi dasar Pedagogik, Kepribadian, dan Sosial.

c. Pengamatan untuk memperkuat pemahaman peserta didik .

2. Magang 2 bertujuan memantapkan kompetensi akademik kependidikan melalui:

a. Pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas.

b. Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran.

3. Magang 3 bertujuan memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan kaitannya dengan kompetensi akademik bidang studi melalui:

a. Menelaah kurikulum dan perangkat pembelajaran yang digunakan guru.

b. Menelaah strategi pembelajaran.

c. Menelaah sistem evaluasi.

4. Magang 4 bertujuan memantapkan kemampuan awal calon guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran melalui partisipasi dalam mengembangkan:

a. RPP,

b. Media pembelajaran,

c. Bahan ajar,

d. Perangkat evaluasi.

Hasil magang 4 selanjutnya digunakan untuk menyiapkan kemampuan awal proses pembelajaran dengan merasakan langsung mengajar pada bidang-bidang tertentu dalam waktu yang terbatas dengan menjadi “asisten guru”, seperti:

a. mencoba mengajar dengan bimbingan melekat guru dan dosen pembimbing, dengan tujuan merasakan langsung proses pembelajaran, pemantapan jati diri pendidik, bukan untuk keterampilan pembelajaran, bukan PPL

b. Melaksanakan tugas-tugas pendampingan peserta didik dan kegiatan ekstra kurikuler

5. Magang 5 bertujuan untuk memberikan pengalaman awal tambahan sesuai dengan kewenangan ganda yang akan diberikan kepada calon guru SD dalam bentuk menjadi asisten mengajar guru SMP pada salah satu mata pelajaran pokok dari 5 (lima) mata pelajaran pokok di SD.

6. KKN Pendidikan dan Penelitian

a. Mengimplementasikan secara komprehensif kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian dalam bentuk pengabdian masyarakat, tetapi bukan PPL

b. Memberikan pengalaman langsung calon pendidik pada tataran sekolah, Dinas Pendidikan (Kab/Kota/Kecamatan), dan masyarakat/orangtua peserta didik, dengan proporsi waktu yang berimbang

c. Memantapkan kemampuan manajerial, komitmen, disiplin, kepekaan sosial, survival, komunikasi pendidikan, dsb.

Magang calon guru SMK dapat dirancang bertahap/berjenjang yang masing-masing tahap memiliki tujuan yang berbeda, sebagai berikut:

1. Magang 1 bertujuan membangun landasan jatidiri pendidik melalui:

a. Pengamatan langsung kultur sekolah.

b. Pengamatan untuk membangun kompetensi dasar Pedagogik, Kepribadian, dan Sosial.

c. Pengamatan untuk memperkuat pemahaman peserta didik .

2. Magang 2 bertujuan memantapkan kompetensi akademik kependidikan melalui:

a. Pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas.

b. Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran.

3. Magang 3 bertujuan memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan kaitannya dengan kompetensi akademik bidang studi melalui:

a. Menelaah kurikulum dan perangkat pembelajaran yang digunakan guru.

b. Menelaah strategi pembelajaran.

c. Menelaah sistem evaluasi.

4. Magang 4 bertujuan memantapkan kemampuan awal calon guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran melalui partisipasi dalam mengembangkan:

a. RPP,

b. Media pembelajaran,

c. Bahan ajar,

d. Perangkat evaluasi.

5. Magang 5 bertujuan menyiapkan kemampuan awal proses pembelajaran dengan merasakan langsung mengajar pada bidang-bidang tertentu dalam waktu yang terbatas dengan menjadi “asisten guru”, seperti:

a. mencoba mengajar dengan bimbingan melekat guru dan dosen pembimbing, dengan tujuan merasakan langsung proses pembelajaran, pemantapan jati diri pendidik, bukan untuk keterampilan pembelajaran, bukan PPL

b. Melaksanakan tugas-tugas pendampingan peserta didik dan kegiatan ekstra kurikuler

6. Magang 6 bertujuan untuk memberikan pengalaman awal tambahan sesuai dengan kewenangan ganda yang akan diberikan kepada calon guru SMK dalam bentuk menjadi asisten mengajar guru mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI).

7. KKN Pendidikan dan Penelitian

a. Mengimplementasikan secara komprehensif kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian dalam bentuk pengabdian masyarakat, tetapi bukan PPL

b. Memberikan pengalaman langsung calon pendidik pada tataran sekolah, Dinas Pendidikan (Kab/Kota/Kecamatan), dan masyarakat/orangtua peserta didik, dengan proporsi waktu yang berimbang

c. Memantapkan kemampuan manajerial, komitmen, disiplin, kepekaan sosial, survival, komunikasi pendidikan, dsb.

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

BERASRAMA

S1

Th 1

Smt 1

Smt 2

M1

Th 2

Smt 3

M2

Smt 4

M3

Th 3

Smt 5

M4

Smt 6

M5

Th 4

Smt 7

KKN Pendidikan, Penelitian, Skripsi, dan

Smt 8

Ujian Akhir

Workshop SSP

PPG

Th 5

Smt 9

PPL

Kompetensi akademik kependidikan

Kompetensi akademik bidang studi utama

Kompetensi akademik bidang studi kewenangan tambahan

KKN Pendidikan, Penelitian, Skripsi, dan Ujian Akhir

Magang/internship

PPG

 

Hubungi Kami

WING C Lantai 4
Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar
Jl. Andi Pengeran Pettarani, Makassar
Sulawesi Selatan, Indonesia,
90222

Content Copyright © 2011 P3G UNM. All Rights Reserved. Web Design By Doodlebuff..

Link

Universitas Negeri Makassar
www.unm.ac.id
Direktorat Ketenagaan
dikti.kemdiknas.go.id
Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia
ksg.dikti.go.id/majubersama/
Sertifikasi Guru
sertifikasiguru.org