Profil Lulusan Rintisan PPGT
Rabu, 28 September 2011 00:29

Guru memiliki peran sentral dalam proses pembelajaran di sekolah, mulai dari jenjang pendidikan usia dini sampai sekolah menengah. Kedudukan guru dalam sistem persekolahan menempati posisi strategis, berada di garis paling depan, mengajar di depan kelas, menghadapi dan mengatasi secara langsung berbagai persoalan yang terjadi dengan peserta didik di kelas dan di sekolah, baik yang bersifat akademik maupun yang bersifat nonakademik. Keberhasilan peserta didik menguasai pengetahuan dan mengasah ketajaman keterampilan, bergantung kepada guru dalam memberi arahan, tuntutan, bimbingan, dan keteladanan yang baik. Dengan demikian, guru bukan hanya menjadi ujung tombak pendidikan di sekolah, tetapi juga menjadi kunci keberhasilan pendidikan secara nasional.

 

Hasil studi Hattie (2003) yang mengatakan bahwa faktor guru mempunyai sumbangan besar terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan pencapaian hasil belajar peserta didik di sekolah dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya menguatkan pernyataan tersebut. Oleh karena itu, tidak perlu diragukan lagi bahwa ketersediaan guru yang bermutu dan profesional merupakan tuntutan mutlak yang diyakini akan dapat memberi sumbangan sangat berarti terhadap pencapaian keberhasilan pendidikan.

Pasal 1 ayat (1) PP No. 74/2008 tentang Guru, menyatakan bahwa guru  adalah  pendidik  profesional  dengan  tugas utama  mendidik,  mengajar,  membimbing, mengarahkan,  melatih,  menilai,  dan  mengevaluasi peserta  didik  pada  pendidikan  anak  usia  dini  jalur pendidikan  formal,  pendidikan  dasar,  dan pendidikan menengah.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, guru wajib memiliki kompetensi yang diharapkan dapat melaksanakan peran, tugas dan fungsinya sebagai guru profesional, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Dengan demikian, untuk menghasilkan guru profesional sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memenuhi tuntutan peraturan perundang-undangan (Permendiknas No. 16/2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru), perlu dirumuskan profil lulusan Rintisan Program PGPT yang memiliki keunggulan kompetensi sebagai berikut.

  1. Unggul dalam Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kemampuan pengelolaan pembelajaran seorang guru dicerminkan dengan memahami landasan kependidikan, memahami perkembangan peserta didik, mengembangkan kurikulum atau silabus, merancang pembelajaran, melaksanakan  pembelajaran  yang  mendidik  dan dialogis, memanfaatkan teknologi pembelajaran, melakukan evaluasi hasil belajar, mendorong peserta  didik  untuk mengaktualisasikan berbagai potensi  yang dimilikinya, dan memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat.

Di samping itu, guru juga kreatif dalam menciptakan alat bantu pembelajaran, terutama memanfaatkan bahan-bahan bekas pakai yang terdapat di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakatnya.

  1. Unggul dalam Kompetensi Kepribadian

Guru memiliki sifat religius, taat beragama dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya dengan sungguh-sungguh dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari, sehingga dapat menjadi teladan dan panutan bagi peserta didik dan masyarakat di lingkungannya. Guru yang unggul dalam kompetensi kepribadian dapat menunjukkan sosok utuh guru yang mencerminkan ciri-ciri dan sifat-sifat berakhlak mulia, arif dan bijaksana, demokratis, mantap, berwibawa, stabil, dewasa, jujur, sportif, secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri, dan mengembangkan  diri  secara  mandiri  dan berkelanjutan.

Guru memiliki penampilan yang mantap, meyakinkan dalam setiap langkah, sikap, dan tutur kata sehingga memberi kesan baik dan mendalam bagi peserta didik. Selain itu, guru lulusan memiliki sifat kepemimpinan yang tegas, disiplin, taat aturan, dan teguh dalam pendiriannya yang digunakan sebagai bekal untuk membina, mengarahkan, membimbing, dan menuntun peserta didik menjadi manusia yang cerdas, bermanfaat, dan bertanggungjawab.

Guru memiliki karakter yang kuat sebagai hasil dari olah hati, olah pikir, olah raga, dan olah rasa/karsa. Karakter yang kuat tercermin pada nilai utama karakter: jujur, cerdas, tangguh dan peduli.

  1. Jujur adalah lurus hati, tulus, ikhlas, menyatakan apa adanya; terbuka; konsisten antara yang dikatakan dan yang dilakukan; berani berkata benar; dapat dipercaya; dan tidak curang.
  2. Cerdas adalah berfikir secara cermat dan tepat, bertindak dengan penuh perhitungan; rasa ingin tahu yang tinggi; berkomunikasi efektif dan empatik; bergaul secara santun; menjunjung kebenaran dan kebajikan; mencintai Tuhan dan lingkungan
  3. Tangguh adalah pantang menyerah; andal; kuat berpendirian; disiplin; tabah; dan memiliki sikap ketahanmalangan yang tinggi.
  4. Peduli adalah memperlakukan orang lain dengan sopan; bertindak santun;  toleran terhadap perbedaan; tidak suka menyakiti orang lain;  mau mendengar orang lain; mau berbagi; tidak merendahkan orang lain; tidak mengambil keuntungan dari orang lain; mampu bekerjasama; mau terlibat dalam kegiatan masyarakat;  menyayangi manusia dan makhluk lain; setia; cinta damai dalam menghadapi persoalan.


  1. Unggul dalam Kompetensi Sosial

Sebagai anggota masyarakat, guru dapat berkomunikasi melalui lisan, tulisan, atau isyarat secara santun, menggunakan  teknologi  komunikasi  dan  informasi secara fungsional. Guru juga dapat bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik,  tenaga  kependidikan,  pimpinan  satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik, dan bergaul  secara  santun  dengan masyarakat sekitar dengan  mengindahkan  norma  dan  sistem  nilai yang berlaku, serta menerapkan  prinsip  persaudaraan  sejati  dan semangat kebersamaan.

Komunikasi merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran. Guru harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan dapat memberikan kejelasan pesan yang disampaikan, sehingga tidak menimbulkan kesalahan informasi yang diterima. Kemampuan komunikasi guru yang hebat dicirikan dengan penyampaian pesan yang sistematis dan runtut, menggunakan bahasa baku, intonasi suara yang tepat, dan penggunaan bahasa tubuh yang sesuai.

  1. Unggul dalam Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan kemampuan  guru  dalam menguasai  pengetahuan  dan keterampilan bidang  ilmu  pengetahuan, teknologi,  dan/atau  seni  dan  budaya  yang  diampunya serta mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Guru sekurang-kurangnya memiliki (a) penguasaan terhadap  materi pelajaran secara  luas dan mendalam sesuai dengan  standar  isi  program  satuan  pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu, dan  (b)  penguasaan terhadap konsep  dan  metode  disiplin  keilmuan,  teknologi, atau  seni  yang  relevan,  yang  secara  konseptual menaungi  atau  koheren  dengan  program  satuan pendidikan,  mata  pelajaran,  dan/atau  kelompok mata pelajaran yang diampu.

Guru lulusan Rintisan Program PGPT memiliki kewenangan untuk mengajar 2 (dua) mata pelajaran pada jenjang berbeda atau jenjang yang sama. Untuk jenjang Sekolah Dasar, guru mempunyai kewenangan sebagai guru kelas SD dan sebagai guru SMP pada salah satu dari 5 (lima) mata pelajaran pokok SD (Bahasa Indonesia, PKn, Matematika, IPA, atau IPS). Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), guru mempunyai kewenangan mengajar pada kelompok Mata Pelajaran Produktif (sesuai dengan kompetensi keahliannya) dan salah satu mata pelajaran di kelompok Mata Pelajaran Adaptif (Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Komputer dan Kewirausahaan).

 

Hubungi Kami

WING C Lantai 4
Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar
Jl. Andi Pengeran Pettarani, Makassar
Sulawesi Selatan, Indonesia,
90222

Content Copyright © 2011 P3G UNM. All Rights Reserved. Web Design By Doodlebuff..

Link

Universitas Negeri Makassar
www.unm.ac.id
Direktorat Ketenagaan
dikti.kemdiknas.go.id
Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia
ksg.dikti.go.id/majubersama/
Sertifikasi Guru
sertifikasiguru.org