Home Prakondisi Pelaksaan
Prakondisi Pelaksanaan SM-3T
Jumat, 21 Oktober 2011 12:53

Sebelum peserta diberangkatkan ke daerah sasaran untuk melaksanakan program SM-3T ini, dilakukan program prakondisi yang dilaksanakan oleh LPTK penyelenggara untuk membekali kesiapan akademik, mental, fisik, dan survival (ketahanmalangan) mereka. Program prakondisi ini diawali dengan pemberian orientasi umum tentang pendidikan di daerah 3T, dengan materi: (1) membawa peserta ke alam psikologis dan sosiologis daerah sasaran melalui pemutaran film Laskar Pelangi; (2) pemberian informasi tentang kondisi pendidikan di daerah 3T yang antara lain tentang kekurangan tenaga guru, disparitas kualitas, mismatched, tingginya angka putus sekolah, dan rendahnya angka partisipasi sekolah; dan (3) orientasi tentang sosial budaya daerah sasaran.

Program prakondisi meliputi lima kegiatan, yaitu: (1) workshop pengembangan perangkat pembelajaran dan evaluasi; (2) pelatihan melaksanakan tugas kependidikan pada kondisi khusus/tertentu (contoh: mengajar kelas rangkap); (3) pembinaan mental dan ketahanmalangan; (4) pelatihan keterampilan sosial kemasyarakatan, yang terdiri atas (a) kecepatan beradaptasi (sosioantropologi dan kemampuan komunikasi sosial), (b) pemberdayaan masyarakat dan keluarga (berbasis budaya, ekonomi, dan ekologi), (c) kepemimpinan; dan (5) Kursus Mahir Dasar Kepramukaan, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.

  1. Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran dan Evaluasi

Kegiatan workshop dimaksudkan untuk membekali para peserta agar memiliki kemampuan dan keterampilan mengembangkan perangkat pembelajaran dan evalausi hasil belajar. Jumlah peserta dalam satu kelas workshop (rombongan belajar) sebanyak 25 orang dan difasilitasi oleh dua orang instruktur. Workshop pengembangan perangkat pembelajaran ini dilaksanakan dengan pola 40 JP atau 4 hari (1 JP = 50 menit) dilakukan dengan skenario sebagai berikut.

  • Peserta difasilitasi instruktur melakukan orientasi dan diskusi model-model silabus, RPP, lembar kerja siswa (LKS), rancangan bahan ajar, media, dan instrumen asesmen.
  • Peserta memilih standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang akan dikembangkan menjadi perangkat pembelajaran.
  • Peserta didampingi instruktur mengembangkan perangkat pembelajaran, yang terdiri atas:
    1. Silabus (SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, dan sumber belajar)
    2. RPP (sekurang-kurangnya memuat: perumusan tujuan/ kompetensi, pemilihan dan pengorganisasian materi, pemilihan sumber/media pembelajaran, skenario pembelajaran, dan penilaian proses dan hasil belajar).
    3. Rancangan bahan ajar
    4. Media pembelajaran
    5. LKS dan perangkat evaluasi.
  • Peserta mempresentasikan perangkat pembelajaran yang dikembangkan untuk mendapatkan masukan dari instruktur dan peserta lain, kemudian melakukan perbaikan atas dasar masukan tersebut.

Dalam pengembangan perangkat pembelajaran, peserta juga harus dibekali kemampuan mengembangkan perangkat pembelajaran untuk pendidikan pada kondisi khusus, seperti kelas rangkap dan pembelajaran multi subjek.


  1. 2. Pelatihan Melaksanakan Tugas Kependidikan pada Kondisi Khusus/ Tertentu

Kegiatan pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali peserta Program  SM-3T agar memiliki kemampuan mengajar termasuk kesiapan mengajar pada kelas rangkap dan mengajar multi subjek. Oleh karena itu, materi yang diberikan pada kegiatan pelatihan ini ditekankan pada praktik mengajar (dalam bentuk peer teaching) kelas rangkap serta kemampuan mengajar multi subjek yaitu kemampuan mengajar mata pelajaran lain diluar bidang keahliannya. Pelatihan melaksanakan tugas kependidikan pada kondisi khusus difasilitasi oleh dua orang instruktur untuk setiap rombongan belajar dengan alokasi waktu 20 JP.


  1. 3. Pelatihan Keterampilan Sosial Kemasyarakatan

Pelatihan keterampilan sosial kemasyarakatan ini dimaksudkan untuk membekali kompetensi sosial dan kemasyarakatan kepada peserta agar mampu melaksanakan tugasnya dalam berkomunikasi secara aktif dengan pihak sekolah dan masyarakat. Alokasi waktu untuk  kegiatan pelatihan keterampilan sosial kemasyarakatan ini sebanyak 10 JP, dengan tiga pokok bahasan materi, yaitu: (a) kecepatan beradaptasi (sosioantropologi dan  kemampuan komunikasi sosial), (b) pemberdayaan masyarakat dan keluarga (berbasis budaya, ekonomi, dan ekologi), (c) kepemimpinan. Nara sumber untuk materi yang terkait dengan butir (a) dan (b) adalah pejabat dari daerah sasaran yang relevan dan kompeten. Sedangkan nara sumber untuk materi butir (c) dapat diambil dari dosen LPTK penyelenggara yang kompeten pada bidang tersebut.


  1. 4. Pembinaan Mental, Motivasi, dan Survival (Ketahanmalangan)

Pembinaan mental dimaksudkan untuk membangun karakter para peserta agar memiliki karakter tangguh  dan peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa ketahanmalangan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan hidup di daerah sasaran. Materi pembinaan ini meliputi pemberian motivasi, penyampaian wawasan, dan contoh-contoh nyata kelompok masyarakat dalam keadaan terbatas tetapi mampu bertahan hidup. Dilanjutkan praktik di lapangan yang dapat berupa outbond dan pemberian pengalaman hidup yang penuh tantangan dan rintangan. Nara sumber kegiatan ini adalah dosen LPTK atau dapat berasal dari insitusi/masyarakat yang memiliki pengalaman dan wawasan yang relevan dengan kegiatan ini. Kegiatan pembinaan mental ini dilakukan dengan alokasi waktu 20 JP atau selama dua hari di luar kampus (out door) dengan situasi dan kondisi diupayakan mendekati situasi dan kondisi daerah sasaran.

Pembinaan mental dan survival (ketahanmalangan) dimungkinkan terintegrasi dengan program prakondisi yang lain.


  1. 5. Kursus Mahir Dasar Kepramukaan, Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Kursus Mahir Dasar Kepramukaan dilaksanakan dengan maksud membekali keterampilan dasar kepramukaan kepada peserta agar memiliki jiwa pengabdian, nasionalisme, patriotisme, cinta tanah air Indonesia, dan bela negara. Kursus ini dilaksanakan oleh Gugus Depan Pramuka di LPTK bekerja sama dengan Kwartir Cabang Pramuka setempat. Kursus Mahir Dasar ini dilakukan selama 30 JP atau selama tiga hari di luar kampus (out door).

Kegiatan (4) dan (5) dapat dilaksanakan secara terintegrasi.

 

Hubungi Kami

WING C Lantai 4
Gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar
Jl. Andi Pengeran Pettarani, Makassar
Sulawesi Selatan, Indonesia,
90222

Content Copyright © 2011 P3G UNM. All Rights Reserved. Web Design By Doodlebuff..

Link

Universitas Negeri Makassar
www.unm.ac.id
Direktorat Ketenagaan
dikti.kemdiknas.go.id
Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia
ksg.dikti.go.id/majubersama/
Sertifikasi Guru
sertifikasiguru.org